Malang terus menjadi sorotan di media nasional. Dua kampus besar diberitakan dengan kasus hilangnya mahasiswa terkait dengan kasus NII dengan beberapa metode perekrutan dan pembaitannya. Kasus tersebut menjadi perbincangan serta dialog oleh pakar-pakar dibarengi dengan isu nasional maraknya peristiwa bom bunuh diri di kalangan masyarakat. Terakhir bom bunuh diri di masjid kepolisian di Cirebon. Hal tersebut menarik semua perhatian masyarakat akan peristiwa bom bunuh diri dengan asal muasalnya.
Di sisi lain, dalam dunia infotaimen terus memberitakan polisi Gorontalo yang menjadi artis dadakan dengan video keisengannya yang ia unggah di youtube. Dia mendapat apresiasi yang sangat antusias dari berbagai kalangan mulai dengan Gubernur Gorontalo, Kapolres sampai acara komedi wayang orang pun mengundangnya untuk menjadi bintang tamu. Setelah tur ke beberapa kota menghadiri undangan, dia pulang ke Gorontalo dan langsung jatuh sakit.
Tak kalah menghebohkan juga apa yang terjadi di kampusku. Satu-satunya kampus islam negeri yang ada di Kota Malang, sekitar dua hari yang lalu telah dikejutkan dengan beberapa aksi anarkis yang dilakukan oleh sebagian mahasiswa. Ya, kekerasan mahasiswa yang menuntut keadilan bagi kelompoknya. Aksi tersebut terjadi saat digulirkannya pemilu raya guna memilih wakil mahasiswa yang nanti akan duduk dalam eksekutif mahasiswa. Mereka berdalih mewakili mahasiswa, sedangkan mahasiswa sendiri merasa tidak terwakili. Akhirnya bentrok antar golongan.
Saya tidak akan membahas begitu jauh tentang apa yang terjadi dengan peristiwa di atas. Semua kejadian terjadi pada bulan yang sama. Begitu juga dengan kedatangan teman lama di sma dulu. Sepintas kedatangnnya biasa saja. Karena juga baru sekitar 5 bulan yang lalu kami telah bertemu di kota asal kami, Madiun. Sekarang dia berkunjung ke Malang, di kota tempatku belajar. Sebagai tuan rumah yang baik tentunya saya harus menjadi guide untuk jalan-jalan di Kota Malang sembari kami bercerita bagaimana keadaan teman-teman. Cerita pun terus mengalir dengan lancar karena banyak topik yang kita bicarakan. Mulai dari jaman-jaman sma, keadaan sekarang, keadaan nanti serta pembicaraan khas remaja cowok, yaitu cewek.
Hal yang paling menarik yang membuat kami tak henti-hentinya untuk bercerita adalah ketika dia telah berhasil membuka usaha. Sesuatu yang selama ini saya idam-idamkan ternyata sudah dilakukan oleh teman saya ini. Luar biasa. Dia bersama temannya yang saya juga sangat kenal akrab berhasil membuka usaha loundry. Saya pribadi sangat mengaguminya. Ceritanya juga sama dengan para pengusaha yang akan memulai bisnis barunya. Cacian dan makian terus ia dapatkan karena memang awalnya dia sudah bekerja di sebuah perusahaan besar milik Jepang dengan gaji jutaan rupiah. Beberapa tetangga dan kerabatnya terus-menerus melancarkan protes lantaran jalan yang dia tempuh dianggap nyleneh oleh orang-orang biasa tersebut. Hanya bukti yang mampu bicara, akhirnya dia membuktikan dengan mempekerjakan saudaranya yang sedang pengangguran.
Go...Go...Go.... Pengusaha....
28 April 2011
05:38 AM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar