Seorang ayah,yang memiliki putra yang berusia kurang lebih 5 tahun,memasukan putranya tersebut kesekolah musik untuk belajar piano. Ia rindu melihat anaknya kelak menjadi seorang pianis yang terkenal. Selang beberapa waktu kemudian,di kota tersebut datang seorang pianis yang sangat terkenal.
Karena ketenarannya,dalam waktu yang sangat singkat tiket konser telah terjual habis. Sang ayah membeli 2 buah tiket pertunjukan, untuk dirinya dan anaknya. Pada hari pertunjukan, satu jam sebelum konser mulai, kursi telah terisi penuh, sang ayah duduk dan putranya tepat berada disampingnya.
Seperti layaknya seorang anak kecil, anak ini pun tidak bisa betah duduk diam terlalu lama, tanpa pengetahuan ayahnya, ia menyelinap pergi.
Ketika lampu gedung mulai di redupkan, sang ayah terkejut menyadari bahwa putranya tidak ada disampingnya. Ia lebih terkejut lagi ketika melihat anaknya berada dekat panggung pertunjukan, dan sedang berjalan menghampiri piano yang akan dimainkan pianis tersebut. Didorong oleh rasa ingin tahu, tanpa rasa takut anak tersebut duduk di depan piano dan mulai memainkan sebuah lagu, lagu yang sederhana, Twinkle2 Little Star. Operator lampu sorot, yang terkejut mendengar adanya suara piano mengira bahwa konser telah dimulai tanpa aba2 lebih dahulu, dan ia langsung menyorotkan lampunya ke arah panggung. Seluruh penonton terkejut, melihat yang berada di panggung bukan seorang pianis, tapi hanyalah
Minggu, 30 Mei 2010
Senin, 24 Mei 2010
Arti Memiliki
Pacaran itu suatu hal yang mengesankan dan 'harus dipertahankan' jika memang
sudah sepadan. Seperti kata kata berikut: cinta tak pernah akan begitu
indah, jika tanpa persahabatan.. yang satu selalu menjadi penyebab yang lain
dan prosesnya.. adalah irreversible.
Seorang pecinta yang terbaik adalah sahabat yang terhebat. Jika engkau
mencintai seseorang,
sudah sepadan. Seperti kata kata berikut: cinta tak pernah akan begitu
indah, jika tanpa persahabatan.. yang satu selalu menjadi penyebab yang lain
dan prosesnya.. adalah irreversible.
Seorang pecinta yang terbaik adalah sahabat yang terhebat. Jika engkau
mencintai seseorang,
Sabtu, 22 Mei 2010
BATU BESAR
Suatu hari seorang dosen sedang memberi kuliah tentang manajemen waktu pada para mahasiswa MBA. Dengan penuh semangat ia berdiri depan kelas dan berkata, "Okay, sekarang waktunya untuk quiz." Kemudian ia mengeluarkan sebuah ember kosong dan meletakkannya di meja. Kemudian ia mengisi ember tersebut dengan batu sebesar sekepalan tangan. Ia mengisi terus hingga tidak ada lagi batu yang cukup untuk dimasukkan ke dalam ember. Ia bertanya pada kelas, "Menurut kalian, apakah ember ini telah penuh?" Semua mahasiswa serentak berkata, "Ya!"
Dosen bertanya kembali, "Sungguhkah demikian?" Kemudian, dari dalam meja ia mengeluarkan sekantung kerikil kecil. Ia menuangkan kerikil-kerikil itu ke dalam ember lalu mengocok-ngocok ember itu sehingga kerikil-kerikil itu turun ke bawah mengisi celah-celah kosong di antara batu-batu. Kemudian, sekali lagi ia bertanya pada kelas,
"Nah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?" Kali ini para mahasiswa terdiam. Seseorang menjawab, "Mungkin tidak."
"Bagus sekali," sahut dosen. Kemudian ia mengeluarkan sekantung pasir dan menuangkannya ke dalam ember. Pasir itu berjatuhan mengisi celah-celah kosong antara batu dan kerikil. Sekali lagi, ia bertanya pada kelas, "Baiklah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?" "Belum!" sahut seluruh kelas.
Sekali lagi ia berkata, "Bagus. Bagus sekali." Kemudian ia meraih sebotol air dan
Dosen bertanya kembali, "Sungguhkah demikian?" Kemudian, dari dalam meja ia mengeluarkan sekantung kerikil kecil. Ia menuangkan kerikil-kerikil itu ke dalam ember lalu mengocok-ngocok ember itu sehingga kerikil-kerikil itu turun ke bawah mengisi celah-celah kosong di antara batu-batu. Kemudian, sekali lagi ia bertanya pada kelas,
"Nah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?" Kali ini para mahasiswa terdiam. Seseorang menjawab, "Mungkin tidak."
"Bagus sekali," sahut dosen. Kemudian ia mengeluarkan sekantung pasir dan menuangkannya ke dalam ember. Pasir itu berjatuhan mengisi celah-celah kosong antara batu dan kerikil. Sekali lagi, ia bertanya pada kelas, "Baiklah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?" "Belum!" sahut seluruh kelas.
Sekali lagi ia berkata, "Bagus. Bagus sekali." Kemudian ia meraih sebotol air dan
Jumat, 14 Mei 2010
Air mata Mutiara
Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek.
"Anakku," kata sang ibu sambil bercucuran air mata, "Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu."
Si ibu terdiam, sejenak, "Aku tahu bahwa itu sakit anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam. Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat", kata ibunya dengan sendu dan lembut.
Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit terkadang masih terasa.
Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya.
Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya.
Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk
"Anakku," kata sang ibu sambil bercucuran air mata, "Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu."
Si ibu terdiam, sejenak, "Aku tahu bahwa itu sakit anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam. Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat", kata ibunya dengan sendu dan lembut.
Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit terkadang masih terasa.
Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya.
Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya.
Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk
Selasa, 04 Mei 2010
Fuad Fathoni (07510122)
ANALISIS RESIKO PEMBIAYAAN AKAD MUDHOROBAH
(Studi Kasus Pada Bank Syariah Mandiri)
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Belakangan ini telah banyak bank konvensional yang membuka cabang atau unit baru yang mengatasnamakan perbankan syariah. Hal tersebut sangat wajar, jika melihat prospek dari bank syariah itu sendiri yang diprediksi akan berkembang dengan pesat. Itu dibuktikan dengan adanya bank yang baru-baru ini akan menyusul untuk menjadi syariah, diantaranya BCA syariah dan bank Victoria Syariah. Masih ada dua bank lagi yang sekarang masih dalam proses perizinan pemisahan unit usaha syariah PT Bank Negara Indonesia Tbk dan Bank Jabar. Sehingga akan mendorong persentase asset bank syariah mencapai 5% dibandingkan dengan asset perbankan nasional.(bisnis.com)
Pertumbuhan pembiayaan perbankan syariah pada awal tahun ini cukup positif dibandingkan dengan bank konvensional, karena pada kuartal I/2010 sudah membukukan kinerja pembiayaan positif. Padahal bank konvensional baru membukukan kredit positif pada April. Sektor ritel dan UMKM menjadi pendorong pembiayaan bank syariah.
ANALISIS RESIKO PEMBIAYAAN AKAD MUDHOROBAH
(Studi Kasus Pada Bank Syariah Mandiri)
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Belakangan ini telah banyak bank konvensional yang membuka cabang atau unit baru yang mengatasnamakan perbankan syariah. Hal tersebut sangat wajar, jika melihat prospek dari bank syariah itu sendiri yang diprediksi akan berkembang dengan pesat. Itu dibuktikan dengan adanya bank yang baru-baru ini akan menyusul untuk menjadi syariah, diantaranya BCA syariah dan bank Victoria Syariah. Masih ada dua bank lagi yang sekarang masih dalam proses perizinan pemisahan unit usaha syariah PT Bank Negara Indonesia Tbk dan Bank Jabar. Sehingga akan mendorong persentase asset bank syariah mencapai 5% dibandingkan dengan asset perbankan nasional.(bisnis.com)
Pertumbuhan pembiayaan perbankan syariah pada awal tahun ini cukup positif dibandingkan dengan bank konvensional, karena pada kuartal I/2010 sudah membukukan kinerja pembiayaan positif. Padahal bank konvensional baru membukukan kredit positif pada April. Sektor ritel dan UMKM menjadi pendorong pembiayaan bank syariah.
Langganan:
Postingan (Atom)