Minggu, 27 Februari 2011

Kita Sebagai Nahkoda


Setelah sekian lama tak menyentuh keyboard qwerty, setelah sekian lama tak mendengarkan lagu dari netbook 10,1” pabrikan Asus EeePc. Rasanya kangen untuk menarikan jari di atasnya. Ternyata ada juga rasa kehilangan jika tak cuap-cuap di depan layar ini. Apakah karena aku terlalu sibuk hingga tak ada waktu lagi? Apakah aku jarang di kamar sehingga tak menghampirinya? Padahal tidak. Aku juga selalu membukanya, mendengarkannya, melihatnya dan bahkan menyentuhnya. Tapi tak ada hasrat untuk menulisnya secara bebas.

Senin, 07 Februari 2011

Siapakah pengganti Nurdin? Atau tetap?

Siapakah yang akan menduduki kursi nomer satu di persatuan sepak bola dalam negeri kita terjawab pada bulan maret mendatang. Tiga calon telah ikut meramaikan bursa calon ketua umum PSSI. Diantaranya, Nurdin yang sebelum menduduki kursi ketua umum PSSI sejak 2003, terlibat di klub PSM Makasar dan Pelita Jaya Jakarta. Arifin Panigoro, dia sudah lebih dari lima tahun terlibat di sepak bola nasional lewat kompetisi usia dini, Liga Medco, di awal 2000-an. Sedangkan yang baru saja muncul 2 hari sebelum verifikasi adalah George Toisutta. Dia aktif di sepak bola sejak 1980-an sudah menjadi Pembina sepak bola TNI Angkatan darat (PSAD).

Menurut statute FIFA pasal 35 butir 4 menyebutkan: The members of the Executive Committee shall be older than thirty (30) years. They shall have already been active in football for at least 5 (five) years, must not found guilty of the Criminal Offence and have residency within the territory of Indonesia. Jika diterjemahkan secara bebasnya: Anggota Komite Eksekutif harus berusia lebih dari 30 tahun, mereka harus telah aktif di sepak bola sekurang-kurangnya 5 tahun, dan tidak dinyatakan bersalah atas tindakan criminal dan berdomisili di wilayah Indonesia.

Kamis, 03 Februari 2011

Nasionalisme Ber-film

Tepat di hari ini adalah tahun baru orang China yang juga dianggap hari besar dalam tanggalan Republik Indonesia. Hal ini tidak luput dari jasa mantan presiden kita yang ke-4, yaitu alm. KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Beliau memperjuangkan nasib bangsa Cina yang masih minoritas namun diakui keberadaannya . Beliau menghapus peraturan yang melarang bangsa Cina merayakan tahun baru di muka umum. Gus Dur merupakan guru bangsa dan juga tokoh pluralism yang diakui oleh bangsa ini. Sehingga, pagi tadi menjadi topic dalam Editorial Media Indonesia dengan tajuk “Pluralisme Berbangasa”.