Tepat pada pukul 03:13 waktu Indonesia bagian barat, ketika aku melihat sepak bola yang sangat menentukan antara Chealse dengan Internazionale Milan. Aku mendapat pesan singkat dari kakakku yang ada di Madiun. Dia mengabarkan bahwa desa Tempursari lagi heboh. Banjir yang biasa kami rasakan kembali datang, bahkan kali ini sampai masuk rumah.
Aku sudah bisa membayangkan betapa besarnya banjir itu. Karena aku sudah tahu, jika ada banjir dan sampai masuk rumah, berarti banjir itu sudah tergolong banjir besar. Karena pondasi rumahku sudah termasuk tinggi dibandingkan tetangga yang lain. Kalau banjirnya gag besar, biasanya cuma sampai ke teras depan rumah.
Mendengar berita itu, aku sama sekali tidak kaget. Karena musibah banjir itu sudah aku rasakan sejak aku masih duduk di taman kanak-kanak. Ingatan itu masih terasa sangat kuat karena dulu aku pernah mendapat musibah tenggelam ketika ada banjir itu. Ketika banjir aku dengan senangnya mainan air dan mengambil barang-barang yang terhanyut mengikuti aliran air banjir. Ketika itu ada sebuah sisir yang mengambang lewat di hadapanku dan aku ingin mengambilnya. Dengan berbagai usahaku, ternyata aku tidak bisa. Malah aku yang terjatuh ke dalam aliran air banjir itu. Aku tenggelam. Kata bapakku yang datang menyelamatkanku, aku tenggelam sampai tinggal rambut yang bisa dilihat. Artinya memang seluruh tubuhku tenggelam. Haha. . . . ada – ada saja Fuad kecil dulu.
Sekarang aku bercerita kepada sahabat-sahabatku yang ada di Malang.
Rabu, 17 Maret 2010
Jumat, 12 Maret 2010
Nilai 10 dalam diri kita???
Ketika berkunjung di Kampus Asia Malang dalam rangka mewakili kampus dalam pembentukan HM3 (Himpunan Mahasiswa Manajemen Malang), saya mendapati artikel yang sangat menarik. Saya membaca artikel yang sangat menginspirasi saya untuk menulis.
Nilai 10 dalam diri kita???
Jika Tiger Woods diajak lomba memasak nasi rawon dengan para ibu-ibu PKK sudah bisa dipastikan dia akan kalah. Jika Michael Jackson juga ditantang oleh mahasiswa akuntansi untuk membuat laporan keuangan,
Nilai 10 dalam diri kita???
Jika Tiger Woods diajak lomba memasak nasi rawon dengan para ibu-ibu PKK sudah bisa dipastikan dia akan kalah. Jika Michael Jackson juga ditantang oleh mahasiswa akuntansi untuk membuat laporan keuangan,
Senin, 08 Maret 2010
Trust…
Itulah satu kata kecil yang sangat menarik. Bagaimana tidak, dengan kata itu semua perjanjian bisa kita bentuk. Kesepakatan-kesepakatan kecil pun juga sangat membutuhkan kata ini. Siapapun orangnya. Tetap kata ini menjadi salah pertimbangan yang paling dominan. Bahkan orang yang tidak jujur seperti pencuri, penipu atau koruptor sekali pun tetap menbutuhkan seseorang yang mempunyai kata tersebut.
Jika boleh kita nominalkan kata tersebut, sepertinya tak akan pernah terjual dengan nominal fund berapapun. Kata ini akan mempunyai nilai berbanding lurus dengan perjanjian yang dilakukan. Misalkan perjanjian yang hanya melibatkan 2 orang dan mempunyai tender sebesar puluhan atau ratusan ribu, maka perjanjian tersebut juga akan bernilai sedemikian itu. Tetapi jika perjanjian itu melibatkan dana sebesar triliyunan rupiah, maka harga kata itu juga akan mempunyai nominal sebesar triliyunan
Jika boleh kita nominalkan kata tersebut, sepertinya tak akan pernah terjual dengan nominal fund berapapun. Kata ini akan mempunyai nilai berbanding lurus dengan perjanjian yang dilakukan. Misalkan perjanjian yang hanya melibatkan 2 orang dan mempunyai tender sebesar puluhan atau ratusan ribu, maka perjanjian tersebut juga akan bernilai sedemikian itu. Tetapi jika perjanjian itu melibatkan dana sebesar triliyunan rupiah, maka harga kata itu juga akan mempunyai nominal sebesar triliyunan
Ada apa dengan Politik?
(terinspirasi dari sebuah tangisanmu)
Apa yang salah dengan politik, kayaknya tidak pernah ada baiknya. Semua orang menjadi jenuh untuk memikirkan masalah politik. Politik rasa-rasanya sudah menjadi strategi hitam untuk mencapai kekuasaan. Dalam politik tidak ada kawan atau sahabat, yang ada hanyalah kepentingan. Itu yang terus aku dengar dari orang-orang. Jika kita membuat kesepakatan dan mencapai kata deal. Harus ada kontrak di dalamnya. Entah itu di bawah tangan ataupun hitam di atas putih. Tapi sejalan dengan yang terjadi di lapangan, hampir tidak ada lagi kesepakan di bawah tangan. Karena yang terjadi hanyalah Penghianatan.
Apa yang salah dengan politik, kayaknya tidak pernah ada baiknya. Semua orang menjadi jenuh untuk memikirkan masalah politik. Politik rasa-rasanya sudah menjadi strategi hitam untuk mencapai kekuasaan. Dalam politik tidak ada kawan atau sahabat, yang ada hanyalah kepentingan. Itu yang terus aku dengar dari orang-orang. Jika kita membuat kesepakatan dan mencapai kata deal. Harus ada kontrak di dalamnya. Entah itu di bawah tangan ataupun hitam di atas putih. Tapi sejalan dengan yang terjadi di lapangan, hampir tidak ada lagi kesepakan di bawah tangan. Karena yang terjadi hanyalah Penghianatan.
Langganan:
Postingan (Atom)