Minggu, 12 Desember 2010
Manajemen keuangan, perlukah???
Rabu, 03 November 2010
Proposal Penelitian
FORM PENGAJUAN JUDUL OUTLINE PROPOSAL PENELITIAN
(SKRIPSI)
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
NAMA : FUAD FATHONI
NIM : 07510122
JURUSAN : MANAJEMEN
KONSENTRASI : KEUANGAN
1. Judul
ANALISIS PEMBIAYAAN MUDHOROBAH TERHADAP
PERBANKAN SYARIAH
(Studi Kasus di Kota Madiun)
2. Latar Belakang Masalah (Deskripsi Alasan Penelitian)
Istilah Bank Islam atau Bank Syariah merupakan fenomena baru dalam dunia ekonomi modern, kemunculannya seiring dengan upaya gencar yang dilakukan oleh para pakar Islam dalam mendukung ekonomi Islam yang diyakini akan mampu mengganti dan memperbaiki sistem ekonomi konvensional yang berbasis pada bunga. Sistem Bank Syariah menerapkan system bebas bunga (interest free) dalam operasionalnya, dan karena itu rumusan yang paling lazim untuk mendefinisikan Bank Syariah adalah bank yang beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsip syariat Islam dengan mengacu kepada Al Qur’an dan Hadist sebagai landasan dasar hukum dan operasional. (Karmen P dan M.S Antonio, 1992)
Sektor ritel dan UMKM menjadi pendorong pembiayaan bank syariah. Perbankan syariah dipandang sebagai solusi dari ketidakmampuan perbankan konvensional untuk mengakomodasi tujuan aktivitas ekonomi menurut perspektif Islam, yaitu sirkulasi kemakmuran, security, otentik, equity, kesejahteraan tenaga kerja dan moralitas. Menurut The Sharia Training Center dalam Mahmudah (2006), “Perbankan syariah adalah bank yang operasional dan produknya dikembangkan berdasarkan pada prinsip syariah Islam. Bank syariah beroperasi atas asas bagi hasil dan tidak menggunakan bunga sebagai alat untuk mempermudah pendapatan. Asas utama adalah kemitraan, keadilan, transparansi, dan universal.”
Bank syariah merupakan sistem perbankan yang didasarkan pada kaidah dan syariat Islam. Teknik pembiayaan Bank Syariah berbeda dengan bank konvensional. Perbedaan antara bank syariah dengan bank konvensional menyangkut aspek legal, struktur, usaha yang dibiayai, dan lingkungan kerja (Antonio, 1999).
Karim (1990) menyatakan bahwa corak yang membedakan bank Islam dengan bank konvensional adalah bahwa semua transaksi keuangan mereka harus sesuai dengan syariah Islam. Sementara itu, Tomkis dalam Karim (1990) menjelaskan bagaimana persepsi Islam mempengaruhi perilaku bisnis dan menyoroti perbedaan antara praktek bisnis Islam dan Barat. Perbedaan peran sosial mengenai perilaku bisnis mengakibatkan perbedaan dalam operasional keuangan organisasi, akuntansinya dan analisa keuangannya. Lebih jauh Al-Qur’an (Surat Al Baqoroh: ayat 275-276) menjelaskan tentang syariat Islam yang melarang pembayaran dan penerimaan riba, perjudian (Surat Al Maidah: ayat 90), menimbun (Surat At Taubah: ayat 34), dalam semua transaksi keuangan.
Senin, 01 November 2010
Antara Bakat, Potensi dan Nafsu?
Oleh: Fuad Fathoni
Setelah sekian lama, banyak dari kita yang belum mengetahui apa potensi yang ada pada diri kita masing-masing. Banyak dari kita yang hanya melakukan kegiatan let it flow (mengikuti arus). Padahal seperti kita ketahui, bahwa air adalah benda cair yang mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang rendah. Apakah kita ingin mempunyai kemampuan yang terus menurun dari waktu ke waktu. Bukankah kita menginginkan adanya peningkatan di setiap langkah kita. Oleh karena kita harus cepat mengetahui potensi apa yang harus kita kembangkan. Apa potensi yang nantinya akan menunjang kita untuk menempuh masa depan.
Seperti yang dialami sendiri oleh penulis. Dia masih belum menemukan potensi yang ada dalam dirinya. Tetapi dia selalu berusaha. Dia ingin menjadi penulis. Dia ingin jadi politikus. Dia ingin menjadi wirausahawan yang mandiri. Dia ingin menjadi dosen. Dia ingin menjadi pengusaha. Dia ingin bisa keluar negeri semaunya. Lantas apa???
Setelah sekian lama, banyak dari kita yang belum mengetahui apa potensi yang ada pada diri kita masing-masing. Banyak dari kita yang hanya melakukan kegiatan let it flow (mengikuti arus). Padahal seperti kita ketahui, bahwa air adalah benda cair yang mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang rendah. Apakah kita ingin mempunyai kemampuan yang terus menurun dari waktu ke waktu. Bukankah kita menginginkan adanya peningkatan di setiap langkah kita. Oleh karena kita harus cepat mengetahui potensi apa yang harus kita kembangkan. Apa potensi yang nantinya akan menunjang kita untuk menempuh masa depan.
Seperti yang dialami sendiri oleh penulis. Dia masih belum menemukan potensi yang ada dalam dirinya. Tetapi dia selalu berusaha. Dia ingin menjadi penulis. Dia ingin jadi politikus. Dia ingin menjadi wirausahawan yang mandiri. Dia ingin menjadi dosen. Dia ingin menjadi pengusaha. Dia ingin bisa keluar negeri semaunya. Lantas apa???
Minggu, 24 Oktober 2010
Bersama Kita Temukan
Ketika bisa bangun pagi dengan beberapa semangat yang ada di dalam hati, rasanya sangat senang menjalani hari ini. Begitulah kiranya yang aku rasakan hari ini. Bangun tanpa paksaan dan alarm di telinga, rasanya jam beker biologis yang telah membangunkanku (meminjam istilah seseorang). Sebenarnya, apa yang sedang terjadi? Apakah aku juga akan bahagia menjalani hari ini? Itulah teka-tekinya. Begitulah Tuhan menciptakan kita.
Setelah beberapa minggu mandek dalam tulisan di pagi hari, kini aku belajar untuk memulainya. Kadang memang kita tidak pernah tahu apa yang akan kita tulis nanti, tapi selama kita berpikir maka jarimu akan terus bergerak di atas keyboard dengan indahnya.
Senin, 27 September 2010
Hari Bersamanya. . .

Banyak fenomena yang kita temukan saat menjelang lebaran, hari H atau bahkan pasca lebaran. Tidak seperti hari libur pada umumnya, menjelang lebaran terasaada kekuatan yang begitu luar biasa yang tumbuh pada pribadi setiap orang yang jauh dari sanak familinya. Kekuatan ingin bertemu dan bersilaturrahmi menjadi makanan wajib setiap lebaran. Meski begitu besar pengorbanan yang harus dikeluarkan. Meski harus rela bermacet-macetan di jalan sampai harus membayar harga tiket yang naik hingga lebih dari 100%. Semua ini rela mereka jalani untuk sekedar bertemu dengan keluarga meski hanya 2-4 hari.
Pada hari H lebaran, suasana gembira dan bahagia dirasakan oleh semua orang. Tidak pandang usia, strata sosial atau bahkan narapidana sekalipun. Pada hari lebaran, anak-anak akan merasa bahagia dengan baju baru dan uang saku dari ibu, bapak, bulek, pak lek, bupuh (Bu De), pak puh (pak De), kakak atau tetangga sekalipun. Bagi orang tua
Senin, 30 Agustus 2010
Secercah Kisah (kupu-kupu)
Di sebuah kota kecil yang tenang dan indah, ada sepasang pria dan wanita yang saling mencintai. Mereka selalu bersama memandang matahari terbit di puncak gunung, bersama di pesisir pantai menghantar matahari senja. Setiap orang yang bertemu dengan mereka tidak bisa tidak akan menghantar dengan pandangan kagum dan doa bahagia. Mereka saling mengasihi satu sama lain.
Namun pada suatu hari, malang sang wanita mengalami luka berat akibat sebuah kecelakaan. Ia berbaring di atas ranjang pasien beberapa malam tidak sadarkan diri di rumah sakit. Siang hari sang lelaki menjaga di depan ranjang dan dengan tiada henti memanggil-manggil kekasih yang tidak sadar sedikitpun. Malamnya ia ke tempat ibadah dan tak lupa berdoa kepada Tuhan agar kekasihnya selamat. Air matanya sendiri hampir kering karena menangis sepanjang hari.
Seminggu telah berlalu, sang wanita tetap pingsan tertidur seperti dulu, sedangkan si lelaki telah berubah menjadi pucat pasi dan lesu tidak terkira, namun ia tetap dengan susah payah bertahan dan akhirnya pada suatu hari Tuhan terharu oleh keadaan lelaki yang setia dan teguh itu, lalu Ia memutuskan memberikan kepada lelaki itu sebuah pengecualian kepada dirinya.
Tuhan bertanya kepadanya "Apakah kamu benar-benar bersedia menggunakan nyawamu sendiri untuk menukarnya?".
Si lelaki tanpa ragu sedikitpun menjawab "Ya".
Namun pada suatu hari, malang sang wanita mengalami luka berat akibat sebuah kecelakaan. Ia berbaring di atas ranjang pasien beberapa malam tidak sadarkan diri di rumah sakit. Siang hari sang lelaki menjaga di depan ranjang dan dengan tiada henti memanggil-manggil kekasih yang tidak sadar sedikitpun. Malamnya ia ke tempat ibadah dan tak lupa berdoa kepada Tuhan agar kekasihnya selamat. Air matanya sendiri hampir kering karena menangis sepanjang hari.
Seminggu telah berlalu, sang wanita tetap pingsan tertidur seperti dulu, sedangkan si lelaki telah berubah menjadi pucat pasi dan lesu tidak terkira, namun ia tetap dengan susah payah bertahan dan akhirnya pada suatu hari Tuhan terharu oleh keadaan lelaki yang setia dan teguh itu, lalu Ia memutuskan memberikan kepada lelaki itu sebuah pengecualian kepada dirinya.
Tuhan bertanya kepadanya "Apakah kamu benar-benar bersedia menggunakan nyawamu sendiri untuk menukarnya?".
Si lelaki tanpa ragu sedikitpun menjawab "Ya".
Kamis, 12 Agustus 2010
Seni Memengaruhi Orang Dengan Tawa Huahahaha
Ada banyak cara memengaruhi seseorang, Dale Carnegie, penulis biku klasik How to Win Friends and Influence People (1936), merumuskan 30 cara atau teknik untuk menjadi pribadi yang disukai, rekan kerja yang menyenangkan, dan pemimpin yang efektif. Ke-30 teknik human relation Dale Carnegie bisa dibedakan dalam tiga kategori. Kategori pertama untuk mendapatkan teman, yang memuat 9 cara agar mudah disenangi orang lain. Mulai dari anjuran menghindari kebiasaan menyalahkan, mengomeli, dan mengkritik; memberikan penghargaan kepada orang lain; member dorongan untuk maju; member perhatian yang tulus ikhlas; tersenyumlah; sebutkan nama lawan bicaramu; jadilah pendengar yang baik; bicarakan hal yang diminati orang lain; sampai buatlah orang merasa sebagai very important person (VIP).
Kategori kedua untuk mendapatkan kerjasama antusias dari rekan kerja, berisi 12 cara. Mulai dari anjuran untuk menghindari debat kusir; menghormati pendapat orang lain; kalau salah akuilah dengan simpatik; mulailah dengan ramah; upayakan respon ya, ya, dan ya; biarkan orang lain bicara lebih banyak;
Kamis, 29 Juli 2010
Mengapa Dosen-dosenku Malas Menulis?
[ Minggu, 18 Juli 2010 ]
Oleh mohammad afifuddin*''Mengapa dosen-dosenku malas menulis?'' Apakah mereka benar-benar tidak bisa menulis? Sepertinya mustahil mereka tidak bisa menulis. Mereka jelas punya kemampuan menulis. Buktinya, mereka berpengalaman menulis skripsi, tesis, bahkan disertasi. Juga ada puluhan buku yang ditulis para dosen tersebut. Tapi, mengapa mereka malas menulis di media massa?
Rabu, 21 Juli 2010
Rubic’s. . .
Ketika waktu kecil dulu aku pernah menemukan permainan ini. Pada waktu aku berada di sekolah dasar. Menata dan memadukan Sembilan warna dalam satu sisi. Aku diajari oleh temenku di bangku sekolah dasar. Rasanya senang sekali bisa menyusunnya.
Seperti apakah permainan itu? Pernahkah Anda sekalian mengetahuinya.Ketika di bangku kuliah aku menemukan permainan serupa. Aku rasa itu permainan anak kecil dulu. Aku menganggap mereka telah ketinggalan dari pada aku. Tetapi apa yang aku temukan. Ternyata mereka mampu memadukan 54 kotak dalam 6 sisi yang sama. Tak pelaknya keherananku mulai muncul lagi. Aku pun sangat penasaran untuk belajar menyusun kotak ajaib tersebut.
Aku dalam tahap belajar. . . .
Semangat. . . . Semangat. . . Semangat. . . .
07:07 AM
22/07/10
Minggu, 11 Juli 2010
Jangan paksa orang untuk berubah, berubah itu Sulit
karena adalah hak mereka juga untuk hidup dalam cara yang nyaman bagi mereka.
Mengertilah bahwa;
Berubah itu sangat sulit.
Janganlah paksa orang yang merasa sulit untuk berubah.
Sangat sulit untuk memaksa diri ini untuk melakukan perubahan,
bahkan yang kecil, walau pun untuk yang penting.
Lebih mudah untuk tidak berubah,
Minggu, 30 Mei 2010
ANAK KECIL DAN PIANOKisah ini terjadi di Rusia
Seorang ayah,yang memiliki putra yang berusia kurang lebih 5 tahun,memasukan putranya tersebut kesekolah musik untuk belajar piano. Ia rindu melihat anaknya kelak menjadi seorang pianis yang terkenal. Selang beberapa waktu kemudian,di kota tersebut datang seorang pianis yang sangat terkenal.
Karena ketenarannya,dalam waktu yang sangat singkat tiket konser telah terjual habis. Sang ayah membeli 2 buah tiket pertunjukan, untuk dirinya dan anaknya. Pada hari pertunjukan, satu jam sebelum konser mulai, kursi telah terisi penuh, sang ayah duduk dan putranya tepat berada disampingnya.
Seperti layaknya seorang anak kecil, anak ini pun tidak bisa betah duduk diam terlalu lama, tanpa pengetahuan ayahnya, ia menyelinap pergi.
Ketika lampu gedung mulai di redupkan, sang ayah terkejut menyadari bahwa putranya tidak ada disampingnya. Ia lebih terkejut lagi ketika melihat anaknya berada dekat panggung pertunjukan, dan sedang berjalan menghampiri piano yang akan dimainkan pianis tersebut. Didorong oleh rasa ingin tahu, tanpa rasa takut anak tersebut duduk di depan piano dan mulai memainkan sebuah lagu, lagu yang sederhana, Twinkle2 Little Star. Operator lampu sorot, yang terkejut mendengar adanya suara piano mengira bahwa konser telah dimulai tanpa aba2 lebih dahulu, dan ia langsung menyorotkan lampunya ke arah panggung. Seluruh penonton terkejut, melihat yang berada di panggung bukan seorang pianis, tapi hanyalah
Karena ketenarannya,dalam waktu yang sangat singkat tiket konser telah terjual habis. Sang ayah membeli 2 buah tiket pertunjukan, untuk dirinya dan anaknya. Pada hari pertunjukan, satu jam sebelum konser mulai, kursi telah terisi penuh, sang ayah duduk dan putranya tepat berada disampingnya.
Seperti layaknya seorang anak kecil, anak ini pun tidak bisa betah duduk diam terlalu lama, tanpa pengetahuan ayahnya, ia menyelinap pergi.
Ketika lampu gedung mulai di redupkan, sang ayah terkejut menyadari bahwa putranya tidak ada disampingnya. Ia lebih terkejut lagi ketika melihat anaknya berada dekat panggung pertunjukan, dan sedang berjalan menghampiri piano yang akan dimainkan pianis tersebut. Didorong oleh rasa ingin tahu, tanpa rasa takut anak tersebut duduk di depan piano dan mulai memainkan sebuah lagu, lagu yang sederhana, Twinkle2 Little Star. Operator lampu sorot, yang terkejut mendengar adanya suara piano mengira bahwa konser telah dimulai tanpa aba2 lebih dahulu, dan ia langsung menyorotkan lampunya ke arah panggung. Seluruh penonton terkejut, melihat yang berada di panggung bukan seorang pianis, tapi hanyalah
Senin, 24 Mei 2010
Arti Memiliki
Pacaran itu suatu hal yang mengesankan dan 'harus dipertahankan' jika memang
sudah sepadan. Seperti kata kata berikut: cinta tak pernah akan begitu
indah, jika tanpa persahabatan.. yang satu selalu menjadi penyebab yang lain
dan prosesnya.. adalah irreversible.
Seorang pecinta yang terbaik adalah sahabat yang terhebat. Jika engkau
mencintai seseorang,
sudah sepadan. Seperti kata kata berikut: cinta tak pernah akan begitu
indah, jika tanpa persahabatan.. yang satu selalu menjadi penyebab yang lain
dan prosesnya.. adalah irreversible.
Seorang pecinta yang terbaik adalah sahabat yang terhebat. Jika engkau
mencintai seseorang,
Sabtu, 22 Mei 2010
BATU BESAR
Suatu hari seorang dosen sedang memberi kuliah tentang manajemen waktu pada para mahasiswa MBA. Dengan penuh semangat ia berdiri depan kelas dan berkata, "Okay, sekarang waktunya untuk quiz." Kemudian ia mengeluarkan sebuah ember kosong dan meletakkannya di meja. Kemudian ia mengisi ember tersebut dengan batu sebesar sekepalan tangan. Ia mengisi terus hingga tidak ada lagi batu yang cukup untuk dimasukkan ke dalam ember. Ia bertanya pada kelas, "Menurut kalian, apakah ember ini telah penuh?" Semua mahasiswa serentak berkata, "Ya!"
Dosen bertanya kembali, "Sungguhkah demikian?" Kemudian, dari dalam meja ia mengeluarkan sekantung kerikil kecil. Ia menuangkan kerikil-kerikil itu ke dalam ember lalu mengocok-ngocok ember itu sehingga kerikil-kerikil itu turun ke bawah mengisi celah-celah kosong di antara batu-batu. Kemudian, sekali lagi ia bertanya pada kelas,
"Nah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?" Kali ini para mahasiswa terdiam. Seseorang menjawab, "Mungkin tidak."
"Bagus sekali," sahut dosen. Kemudian ia mengeluarkan sekantung pasir dan menuangkannya ke dalam ember. Pasir itu berjatuhan mengisi celah-celah kosong antara batu dan kerikil. Sekali lagi, ia bertanya pada kelas, "Baiklah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?" "Belum!" sahut seluruh kelas.
Sekali lagi ia berkata, "Bagus. Bagus sekali." Kemudian ia meraih sebotol air dan
Dosen bertanya kembali, "Sungguhkah demikian?" Kemudian, dari dalam meja ia mengeluarkan sekantung kerikil kecil. Ia menuangkan kerikil-kerikil itu ke dalam ember lalu mengocok-ngocok ember itu sehingga kerikil-kerikil itu turun ke bawah mengisi celah-celah kosong di antara batu-batu. Kemudian, sekali lagi ia bertanya pada kelas,
"Nah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?" Kali ini para mahasiswa terdiam. Seseorang menjawab, "Mungkin tidak."
"Bagus sekali," sahut dosen. Kemudian ia mengeluarkan sekantung pasir dan menuangkannya ke dalam ember. Pasir itu berjatuhan mengisi celah-celah kosong antara batu dan kerikil. Sekali lagi, ia bertanya pada kelas, "Baiklah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?" "Belum!" sahut seluruh kelas.
Sekali lagi ia berkata, "Bagus. Bagus sekali." Kemudian ia meraih sebotol air dan
Jumat, 14 Mei 2010
Air mata Mutiara
Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek.
"Anakku," kata sang ibu sambil bercucuran air mata, "Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu."
Si ibu terdiam, sejenak, "Aku tahu bahwa itu sakit anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam. Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat", kata ibunya dengan sendu dan lembut.
Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit terkadang masih terasa.
Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya.
Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya.
Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk
"Anakku," kata sang ibu sambil bercucuran air mata, "Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu."
Si ibu terdiam, sejenak, "Aku tahu bahwa itu sakit anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam. Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat", kata ibunya dengan sendu dan lembut.
Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit terkadang masih terasa.
Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya.
Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya.
Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk
Selasa, 04 Mei 2010
Fuad Fathoni (07510122)
ANALISIS RESIKO PEMBIAYAAN AKAD MUDHOROBAH
(Studi Kasus Pada Bank Syariah Mandiri)
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Belakangan ini telah banyak bank konvensional yang membuka cabang atau unit baru yang mengatasnamakan perbankan syariah. Hal tersebut sangat wajar, jika melihat prospek dari bank syariah itu sendiri yang diprediksi akan berkembang dengan pesat. Itu dibuktikan dengan adanya bank yang baru-baru ini akan menyusul untuk menjadi syariah, diantaranya BCA syariah dan bank Victoria Syariah. Masih ada dua bank lagi yang sekarang masih dalam proses perizinan pemisahan unit usaha syariah PT Bank Negara Indonesia Tbk dan Bank Jabar. Sehingga akan mendorong persentase asset bank syariah mencapai 5% dibandingkan dengan asset perbankan nasional.(bisnis.com)
Pertumbuhan pembiayaan perbankan syariah pada awal tahun ini cukup positif dibandingkan dengan bank konvensional, karena pada kuartal I/2010 sudah membukukan kinerja pembiayaan positif. Padahal bank konvensional baru membukukan kredit positif pada April. Sektor ritel dan UMKM menjadi pendorong pembiayaan bank syariah.
ANALISIS RESIKO PEMBIAYAAN AKAD MUDHOROBAH
(Studi Kasus Pada Bank Syariah Mandiri)
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Belakangan ini telah banyak bank konvensional yang membuka cabang atau unit baru yang mengatasnamakan perbankan syariah. Hal tersebut sangat wajar, jika melihat prospek dari bank syariah itu sendiri yang diprediksi akan berkembang dengan pesat. Itu dibuktikan dengan adanya bank yang baru-baru ini akan menyusul untuk menjadi syariah, diantaranya BCA syariah dan bank Victoria Syariah. Masih ada dua bank lagi yang sekarang masih dalam proses perizinan pemisahan unit usaha syariah PT Bank Negara Indonesia Tbk dan Bank Jabar. Sehingga akan mendorong persentase asset bank syariah mencapai 5% dibandingkan dengan asset perbankan nasional.(bisnis.com)
Pertumbuhan pembiayaan perbankan syariah pada awal tahun ini cukup positif dibandingkan dengan bank konvensional, karena pada kuartal I/2010 sudah membukukan kinerja pembiayaan positif. Padahal bank konvensional baru membukukan kredit positif pada April. Sektor ritel dan UMKM menjadi pendorong pembiayaan bank syariah.
Rabu, 17 Maret 2010
Berita dari Kakak. . .
Tepat pada pukul 03:13 waktu Indonesia bagian barat, ketika aku melihat sepak bola yang sangat menentukan antara Chealse dengan Internazionale Milan. Aku mendapat pesan singkat dari kakakku yang ada di Madiun. Dia mengabarkan bahwa desa Tempursari lagi heboh. Banjir yang biasa kami rasakan kembali datang, bahkan kali ini sampai masuk rumah.
Aku sudah bisa membayangkan betapa besarnya banjir itu. Karena aku sudah tahu, jika ada banjir dan sampai masuk rumah, berarti banjir itu sudah tergolong banjir besar. Karena pondasi rumahku sudah termasuk tinggi dibandingkan tetangga yang lain. Kalau banjirnya gag besar, biasanya cuma sampai ke teras depan rumah.
Mendengar berita itu, aku sama sekali tidak kaget. Karena musibah banjir itu sudah aku rasakan sejak aku masih duduk di taman kanak-kanak. Ingatan itu masih terasa sangat kuat karena dulu aku pernah mendapat musibah tenggelam ketika ada banjir itu. Ketika banjir aku dengan senangnya mainan air dan mengambil barang-barang yang terhanyut mengikuti aliran air banjir. Ketika itu ada sebuah sisir yang mengambang lewat di hadapanku dan aku ingin mengambilnya. Dengan berbagai usahaku, ternyata aku tidak bisa. Malah aku yang terjatuh ke dalam aliran air banjir itu. Aku tenggelam. Kata bapakku yang datang menyelamatkanku, aku tenggelam sampai tinggal rambut yang bisa dilihat. Artinya memang seluruh tubuhku tenggelam. Haha. . . . ada – ada saja Fuad kecil dulu.
Sekarang aku bercerita kepada sahabat-sahabatku yang ada di Malang.
Aku sudah bisa membayangkan betapa besarnya banjir itu. Karena aku sudah tahu, jika ada banjir dan sampai masuk rumah, berarti banjir itu sudah tergolong banjir besar. Karena pondasi rumahku sudah termasuk tinggi dibandingkan tetangga yang lain. Kalau banjirnya gag besar, biasanya cuma sampai ke teras depan rumah.
Mendengar berita itu, aku sama sekali tidak kaget. Karena musibah banjir itu sudah aku rasakan sejak aku masih duduk di taman kanak-kanak. Ingatan itu masih terasa sangat kuat karena dulu aku pernah mendapat musibah tenggelam ketika ada banjir itu. Ketika banjir aku dengan senangnya mainan air dan mengambil barang-barang yang terhanyut mengikuti aliran air banjir. Ketika itu ada sebuah sisir yang mengambang lewat di hadapanku dan aku ingin mengambilnya. Dengan berbagai usahaku, ternyata aku tidak bisa. Malah aku yang terjatuh ke dalam aliran air banjir itu. Aku tenggelam. Kata bapakku yang datang menyelamatkanku, aku tenggelam sampai tinggal rambut yang bisa dilihat. Artinya memang seluruh tubuhku tenggelam. Haha. . . . ada – ada saja Fuad kecil dulu.
Sekarang aku bercerita kepada sahabat-sahabatku yang ada di Malang.
Jumat, 12 Maret 2010
Nilai 10 dalam diri kita???
Ketika berkunjung di Kampus Asia Malang dalam rangka mewakili kampus dalam pembentukan HM3 (Himpunan Mahasiswa Manajemen Malang), saya mendapati artikel yang sangat menarik. Saya membaca artikel yang sangat menginspirasi saya untuk menulis.
Nilai 10 dalam diri kita???
Jika Tiger Woods diajak lomba memasak nasi rawon dengan para ibu-ibu PKK sudah bisa dipastikan dia akan kalah. Jika Michael Jackson juga ditantang oleh mahasiswa akuntansi untuk membuat laporan keuangan,
Nilai 10 dalam diri kita???
Jika Tiger Woods diajak lomba memasak nasi rawon dengan para ibu-ibu PKK sudah bisa dipastikan dia akan kalah. Jika Michael Jackson juga ditantang oleh mahasiswa akuntansi untuk membuat laporan keuangan,
Senin, 08 Maret 2010
Trust…
Itulah satu kata kecil yang sangat menarik. Bagaimana tidak, dengan kata itu semua perjanjian bisa kita bentuk. Kesepakatan-kesepakatan kecil pun juga sangat membutuhkan kata ini. Siapapun orangnya. Tetap kata ini menjadi salah pertimbangan yang paling dominan. Bahkan orang yang tidak jujur seperti pencuri, penipu atau koruptor sekali pun tetap menbutuhkan seseorang yang mempunyai kata tersebut.
Jika boleh kita nominalkan kata tersebut, sepertinya tak akan pernah terjual dengan nominal fund berapapun. Kata ini akan mempunyai nilai berbanding lurus dengan perjanjian yang dilakukan. Misalkan perjanjian yang hanya melibatkan 2 orang dan mempunyai tender sebesar puluhan atau ratusan ribu, maka perjanjian tersebut juga akan bernilai sedemikian itu. Tetapi jika perjanjian itu melibatkan dana sebesar triliyunan rupiah, maka harga kata itu juga akan mempunyai nominal sebesar triliyunan
Jika boleh kita nominalkan kata tersebut, sepertinya tak akan pernah terjual dengan nominal fund berapapun. Kata ini akan mempunyai nilai berbanding lurus dengan perjanjian yang dilakukan. Misalkan perjanjian yang hanya melibatkan 2 orang dan mempunyai tender sebesar puluhan atau ratusan ribu, maka perjanjian tersebut juga akan bernilai sedemikian itu. Tetapi jika perjanjian itu melibatkan dana sebesar triliyunan rupiah, maka harga kata itu juga akan mempunyai nominal sebesar triliyunan
Ada apa dengan Politik?
(terinspirasi dari sebuah tangisanmu)
Apa yang salah dengan politik, kayaknya tidak pernah ada baiknya. Semua orang menjadi jenuh untuk memikirkan masalah politik. Politik rasa-rasanya sudah menjadi strategi hitam untuk mencapai kekuasaan. Dalam politik tidak ada kawan atau sahabat, yang ada hanyalah kepentingan. Itu yang terus aku dengar dari orang-orang. Jika kita membuat kesepakatan dan mencapai kata deal. Harus ada kontrak di dalamnya. Entah itu di bawah tangan ataupun hitam di atas putih. Tapi sejalan dengan yang terjadi di lapangan, hampir tidak ada lagi kesepakan di bawah tangan. Karena yang terjadi hanyalah Penghianatan.
Apa yang salah dengan politik, kayaknya tidak pernah ada baiknya. Semua orang menjadi jenuh untuk memikirkan masalah politik. Politik rasa-rasanya sudah menjadi strategi hitam untuk mencapai kekuasaan. Dalam politik tidak ada kawan atau sahabat, yang ada hanyalah kepentingan. Itu yang terus aku dengar dari orang-orang. Jika kita membuat kesepakatan dan mencapai kata deal. Harus ada kontrak di dalamnya. Entah itu di bawah tangan ataupun hitam di atas putih. Tapi sejalan dengan yang terjadi di lapangan, hampir tidak ada lagi kesepakan di bawah tangan. Karena yang terjadi hanyalah Penghianatan.
Senin, 18 Januari 2010
Nasionalisme Rakyat Indonesia Lewat Sepak Bola
Oleh: Fuad Fathoni*
Pertandingan Tim Nasional Indonesia melawan Oman tampaknya menjadi ajang introspeksi yang mendalam bagi PSSI. Bagaimana tidak, itu adalah pertandingan penting yang menjadi penentuan bagi tim nasional kita maju ke putaran final Piala Asia 2011 yang akan berlangsung di Qatar. Tetapi akhirnya kita masih harus mengakui keunggulan Oman dan dipaksa kalah 1-2. Bukan sekedar kekalahan 1-2 yang banyak disoroti oleh para pendukung Tim Garuda, melainkan ada hal yang menarik di akhir pertandingan tersebut. Yakni dengan masuknya suporter ke lapangan dan mencoba untuk mencetak gol.
Menjelang berakhirnya pertandingan kemarin (6/1), wasit asal Malaysia Muhammad Saleh Subkhidin memberikan waktu perpanjangan selama 4 menit. Kedudukan Indonesia ketika itu sudah tertinggal 1-2. Tiba-tiba ada salah seorang supporter yang masuk ke lapangan dari palang pintu merah berlari dan mencoba untuk menggiring bola ke arah gawang Oman yang dijaga kiper Ali Al Habsi dan mencoba untuk mencetak gol tetapi masih bisa digagalkan oleh kiper asal klub Premier League Bolton Waderers itu.
Dia berlari ke tengah lapangan yang masih dipenuhi para pemain kedua tim karena pertandingan masih menyisakan waktu dua menit terakhir. Tidak ada satu pun petugas yang sadar akan tindakan nekat pria yang yang mengenakan baju merah (kostum timnas) dan syal itu hingga dia terlihat sudah berlari di tengah lapangan.
Boaz Solossa yang mencoba untuk menghentikan kehadiran pria itu juga tidak berhasil mencegahnya. Suporter nekat itu berhasil merebut bola, menggiringnya ke arah gawang Oman yang dijaga kiper Ali Al Habsi. Polisi yang ada di belakang Al Habsi pun langsung mengamankan pria tersebut dan membawanya ke pos keamanan.
Belakangan diketahui pria nekat itu bernama Hendri Mulyadi. Dia mengaku kecewa dengan permainan timnas kita yang selalu kalah dan tidak ada perombakan pemain. “Saya kecewa tim nasional kalah terus. Kenapa pemainnya tidak pernah diganti, cuma itu-itu saja,” ujar Hendri yang datang dari Cikarang, Bekasi.
Dia menggiring bola dari tengah lapangan dan bisa berhadapan langsung dengan kiper Ali Al Habsi mencoba untuk mencetak gol. Tapi beruntung Al Habsi masih bisa menyelamatkan gawangnya. “Jika saya bisa mencetak gol, saya akan mencium lambang garuda yang ada di dada kiri saya.” Ujarnya saat diundang salah satu stasiun televisi swasta.
Dengan kekalahan ini, Indonesia makin terperosok di peringkat bawah klasemen grup B dengan perolehan nilai tiga dari lima kali pertandingan. Sedangkan Oman mampu menambah perolehan nilai menjadi tujuh, mendekati Australia dan Kuwait. Indonesia masih menyisakan satu pertandingan lagi melawan Australia pada 3 Maret. Namun hasil itu tidak akan berarti apapun, tetap tidak akan merubah posisi Indonesia yang sudah tersingkir. Hasil ini juga membuat Indonesia gagal melanjutkan tradisi selalu lolos ke putaran final Piala Asia sejak keberhasilan pada 1996.
Banyak dukungan yang diberikan kepada Andri setelah kejadian itu. Salah satunya dari jejaring sosial (Facebook). Ada sekitar 800 lebih dari para facebookers yang mendukung Andri menjadi ketua PSSI mengantikan Nurdin Halid. Banyak dari kalangan pengamat sepak bola yang memaklumi sikap yang dilakukan oleh Andri. Mereka menilai bahwa itu merupakan perwakilan dari jutaan pendukung Tim Nasional yang memimpikan tim-nya dapat bermain dengan baik, memenangkan pertandingan dan tentunya dapat berkiprah di ajang yang lebih bergensi.
PSSI harus melakukan perubahan (change). Baik dari struktur organisasinya maupun dari manajerialnya. Banyak cara yang dapat dilakukan. Salah satunya dengan mengumpulkan para supporter di tiap-tiap kota ataupun kabupaten yang telah mengikuti kompetisi di ISL. Mereka (para supporter) yang selama ini mempunyai komitmen kuat terhadap klub. Begitu juga pastinya kepada negaranya. Mereka banyak yang mencaci timnas karena melihat kinerja dari PSSI itu sendiri. Tetapi tetap di hati kecil mereka ada semangat nasionalisme yang begitu besar. Terbukti dengan banyaknya supporter yang hadir di lapangan atau yang hanya menyaksikan di layar kaca.
Para suporter yang sebenarnya menjadi nyawa dari tim itu sendiri seringkali di kesampingkan perannya. PSSI tak mau membuka diri untuk hanya sekedar berdiskusi dan meminta pendapat tentang bagaimana baiknya timnas ke depan. Seolah-olah dia (PSSI) sudah mengetahui jalan dan merasa benar terhadap apa yang dilakukan terhadap timnas. Padahal harus ada banyak masukan agar semua aspirasi dapat tertampung. Semua itu hanya mempunyai satu tujuan, yaitu memajukan persepakbolaan tanah air.
Lantas apalagi yang perlu dilakukan oleh PSSI untuk meningkatkan prestasi timnas kita. Sudah seperti ini nasib persepakbolaan negara kita. Kami berharap PSSI jujur terhadap apa yang terjadi di dalam tubuh mereka sendiri. Bila mereka jujur dan berani terbuka, sepak bola Tanah Air sudah pasti tak seperti ini kondisinya. Sudah saatnya PSSI membuka mata dan hati untuk memperbaiki persepakbolaan Tanah Air. Kalau masih seperti ini terus, lupakan impian untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.
Setidaknya ini yang masih bisa kita harapkan dan menjadi hiburan di tengah hiruk pikuknya hukum di negara Indonesia. Agar prestasi yang pernah kita dapat di tahun 1971 menang 9-1 atas Vietnam Selatan di ajang President’s Cup bukan hanya jadi sejarah. Dari cabang ini benar-benar bisa dilihat nasionalisme rakyat yang menamakan dirinya suporter. Tanpa pamrih dan tanpa disuruh mereka datang ke stadion. Inilah yang menjadi bukti bahwa nasionalisme di negara kita masih hidup.[]
*) penulis adalah mahasiswa UIN MALIKI Malang Jurusan Manajemen dan menjabat sebagai Wakil Ketua Rayon Ekonomi Moch. Hatta
Oleh: Fuad Fathoni*
Pertandingan Tim Nasional Indonesia melawan Oman tampaknya menjadi ajang introspeksi yang mendalam bagi PSSI. Bagaimana tidak, itu adalah pertandingan penting yang menjadi penentuan bagi tim nasional kita maju ke putaran final Piala Asia 2011 yang akan berlangsung di Qatar. Tetapi akhirnya kita masih harus mengakui keunggulan Oman dan dipaksa kalah 1-2. Bukan sekedar kekalahan 1-2 yang banyak disoroti oleh para pendukung Tim Garuda, melainkan ada hal yang menarik di akhir pertandingan tersebut. Yakni dengan masuknya suporter ke lapangan dan mencoba untuk mencetak gol.
Menjelang berakhirnya pertandingan kemarin (6/1), wasit asal Malaysia Muhammad Saleh Subkhidin memberikan waktu perpanjangan selama 4 menit. Kedudukan Indonesia ketika itu sudah tertinggal 1-2. Tiba-tiba ada salah seorang supporter yang masuk ke lapangan dari palang pintu merah berlari dan mencoba untuk menggiring bola ke arah gawang Oman yang dijaga kiper Ali Al Habsi dan mencoba untuk mencetak gol tetapi masih bisa digagalkan oleh kiper asal klub Premier League Bolton Waderers itu.
Dia berlari ke tengah lapangan yang masih dipenuhi para pemain kedua tim karena pertandingan masih menyisakan waktu dua menit terakhir. Tidak ada satu pun petugas yang sadar akan tindakan nekat pria yang yang mengenakan baju merah (kostum timnas) dan syal itu hingga dia terlihat sudah berlari di tengah lapangan.
Boaz Solossa yang mencoba untuk menghentikan kehadiran pria itu juga tidak berhasil mencegahnya. Suporter nekat itu berhasil merebut bola, menggiringnya ke arah gawang Oman yang dijaga kiper Ali Al Habsi. Polisi yang ada di belakang Al Habsi pun langsung mengamankan pria tersebut dan membawanya ke pos keamanan.
Belakangan diketahui pria nekat itu bernama Hendri Mulyadi. Dia mengaku kecewa dengan permainan timnas kita yang selalu kalah dan tidak ada perombakan pemain. “Saya kecewa tim nasional kalah terus. Kenapa pemainnya tidak pernah diganti, cuma itu-itu saja,” ujar Hendri yang datang dari Cikarang, Bekasi.
Dia menggiring bola dari tengah lapangan dan bisa berhadapan langsung dengan kiper Ali Al Habsi mencoba untuk mencetak gol. Tapi beruntung Al Habsi masih bisa menyelamatkan gawangnya. “Jika saya bisa mencetak gol, saya akan mencium lambang garuda yang ada di dada kiri saya.” Ujarnya saat diundang salah satu stasiun televisi swasta.
Dengan kekalahan ini, Indonesia makin terperosok di peringkat bawah klasemen grup B dengan perolehan nilai tiga dari lima kali pertandingan. Sedangkan Oman mampu menambah perolehan nilai menjadi tujuh, mendekati Australia dan Kuwait. Indonesia masih menyisakan satu pertandingan lagi melawan Australia pada 3 Maret. Namun hasil itu tidak akan berarti apapun, tetap tidak akan merubah posisi Indonesia yang sudah tersingkir. Hasil ini juga membuat Indonesia gagal melanjutkan tradisi selalu lolos ke putaran final Piala Asia sejak keberhasilan pada 1996.
Banyak dukungan yang diberikan kepada Andri setelah kejadian itu. Salah satunya dari jejaring sosial (Facebook). Ada sekitar 800 lebih dari para facebookers yang mendukung Andri menjadi ketua PSSI mengantikan Nurdin Halid. Banyak dari kalangan pengamat sepak bola yang memaklumi sikap yang dilakukan oleh Andri. Mereka menilai bahwa itu merupakan perwakilan dari jutaan pendukung Tim Nasional yang memimpikan tim-nya dapat bermain dengan baik, memenangkan pertandingan dan tentunya dapat berkiprah di ajang yang lebih bergensi.
PSSI harus melakukan perubahan (change). Baik dari struktur organisasinya maupun dari manajerialnya. Banyak cara yang dapat dilakukan. Salah satunya dengan mengumpulkan para supporter di tiap-tiap kota ataupun kabupaten yang telah mengikuti kompetisi di ISL. Mereka (para supporter) yang selama ini mempunyai komitmen kuat terhadap klub. Begitu juga pastinya kepada negaranya. Mereka banyak yang mencaci timnas karena melihat kinerja dari PSSI itu sendiri. Tetapi tetap di hati kecil mereka ada semangat nasionalisme yang begitu besar. Terbukti dengan banyaknya supporter yang hadir di lapangan atau yang hanya menyaksikan di layar kaca.
Para suporter yang sebenarnya menjadi nyawa dari tim itu sendiri seringkali di kesampingkan perannya. PSSI tak mau membuka diri untuk hanya sekedar berdiskusi dan meminta pendapat tentang bagaimana baiknya timnas ke depan. Seolah-olah dia (PSSI) sudah mengetahui jalan dan merasa benar terhadap apa yang dilakukan terhadap timnas. Padahal harus ada banyak masukan agar semua aspirasi dapat tertampung. Semua itu hanya mempunyai satu tujuan, yaitu memajukan persepakbolaan tanah air.
Lantas apalagi yang perlu dilakukan oleh PSSI untuk meningkatkan prestasi timnas kita. Sudah seperti ini nasib persepakbolaan negara kita. Kami berharap PSSI jujur terhadap apa yang terjadi di dalam tubuh mereka sendiri. Bila mereka jujur dan berani terbuka, sepak bola Tanah Air sudah pasti tak seperti ini kondisinya. Sudah saatnya PSSI membuka mata dan hati untuk memperbaiki persepakbolaan Tanah Air. Kalau masih seperti ini terus, lupakan impian untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.
Setidaknya ini yang masih bisa kita harapkan dan menjadi hiburan di tengah hiruk pikuknya hukum di negara Indonesia. Agar prestasi yang pernah kita dapat di tahun 1971 menang 9-1 atas Vietnam Selatan di ajang President’s Cup bukan hanya jadi sejarah. Dari cabang ini benar-benar bisa dilihat nasionalisme rakyat yang menamakan dirinya suporter. Tanpa pamrih dan tanpa disuruh mereka datang ke stadion. Inilah yang menjadi bukti bahwa nasionalisme di negara kita masih hidup.[]
*) penulis adalah mahasiswa UIN MALIKI Malang Jurusan Manajemen dan menjabat sebagai Wakil Ketua Rayon Ekonomi Moch. Hatta
Minggu, 10 Januari 2010
I will Fly
You know all the things i’ve said
You know all the things that we have done
And things i gave to you
There’s a chance for me to say
How precious you are in my life
And you know that it’s true
**To be with you is all that i need
Cause with you, my life seems brighter and these are all the things
I wanna say…
*I will fly into your arms
And be with you
Til the end of time To be enough time
Why are you so far away
You know it’s very hard for me
To get myself close to you
You’re the reason why i stay
You’re the one who cannot believe
Our Love will never end
Is it only in my dream?
You’re the one who cannot see this
How can you be so blind?
**
I will fly into your arms
And be with you
Til the end of time To be enough time
Why are you so far away
You know it’s very hard for me
To get myself close to you
I wanna get
I wanna get
I wanna get myself close to you
You know all the things that we have done
And things i gave to you
There’s a chance for me to say
How precious you are in my life
And you know that it’s true
**To be with you is all that i need
Cause with you, my life seems brighter and these are all the things
I wanna say…
*I will fly into your arms
And be with you
Til the end of time To be enough time
Why are you so far away
You know it’s very hard for me
To get myself close to you
You’re the reason why i stay
You’re the one who cannot believe
Our Love will never end
Is it only in my dream?
You’re the one who cannot see this
How can you be so blind?
**
I will fly into your arms
And be with you
Til the end of time To be enough time
Why are you so far away
You know it’s very hard for me
To get myself close to you
I wanna get
I wanna get
I wanna get myself close to you
Langganan:
Postingan (Atom)