Sabtu, 26 Maret 2011

Pengalaman mengikuti Program Wirausaha Muda Mandiri


Berawal dari berita yang saya dengar dari fakultas di kampus, ada kompetisi wirausaha. Awalnya saya tidak begitu tertarik, karena ada hal serupa yang diselenggarakan kampus. Tetapi ada sebagian teman yang mengatakan bahwa itu merupakan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi. Akhirnya saya daftar dengan mengisi formulir yang telah diberikan pada email saya. Banyak juga teman-teman saya yang juga mengisi. Tetapi sampai pengisian tahap kedua, saya merasa semua juga dikirim. Ternyata tidak, hanya sebagian dari teman-teman saya yang dikirimi email untuk tahap seleksi kedua. Saya juga tidak pernah kroscek kepada mereka. Setelah beberapa waktu, sempat saya iseng tanya-tanya tentang yang email kedua yang harus diisi. Ternyata teman saya tidak mendapatkan email itu.
Sedikit bingung. Sebenarnya ini bagaimana? Saya pun menghiraukan hal itu. Entah bagaimana nanti hasilnya, saya mencoba mengikuti prosesnya. Sampai pada proses tahap ketiga dan ditelpon dari pihak Bank Mandiri saya baru merasa yakin bahwa itu benar. Berarti ada proses seleksi. Saya mencoba konfirmasi kepada pihak fakultas, ternyata mereka tidak mengetahui. Malah ada salah seorang dosen yang melarang karena ditakutkan ada unsur penipuan. Ada teman saya cewek yang hampir dilarang berangkat karena harus tidur di hotel. Maklum, kekhawatiran dosen sebagai orang tua kita di kampus.

Selasa, 15 Maret 2011

Profil Bisnis dan Pengalaman Hidup (curhat)


Insting melakukan bisnis memang belum terbentuk ketika saya masih duduk di bangku MI (Madrasah Ibtidaiyah). Tetapi kedua orang tua saya yang bekerja bukan sebagai pegawai negeri membuat beliau selalu berjuang untuk membiayai kami. Apapun beliau lakukan. Karena tidak ada jaminan di awal bulan nanti mendapat gaji layaknya PNS. Saya dibesarkan di salah satu desa di Kabupaten Madiun dengan 4 bersaudara.
Semasa sekolah dasar saya termasuk orang yang akademis. Banyak cerdas cermat yang selalu saya ikuti dalam lomba-lomba antar sekolah. Prestasi akademik saya juga termasuk dalam kategori baik. Selama 6 tahun saya sekolah MI, saya selalu mendapat peringkat 5 besar. Tapi anehnya, saya tidak pernah sekalipun juara pertama.
Melanjutkan ke sekolah favorit di tingkat SMP, saya terus berada di kalangan akademik. Mulai dari kelas unggulan sampai guru-guru unggulan yang mengajarnya. Gejolak kawula muda yang menuntut saya untuk bertingkah nyleneh pada waktu itu. Salah pergaulan jika lebih tepat dikatakan. Hal tersebut berakibat pada prestasi saya. Sampai akhirnya kedua orang tua saya yang harus turun tangan.