Senin, 10 Januari 2011

Serba Bingung

Serba bingung…. Baru saja saya membaca kolom di Jawa Pos (11/ 01) yang ditulis oleh Jaya Suprana yang membingungkan. Bagaimana bisa terjadi 22 orang yang berebut satu bola dalam waktu 90 menit yang disaksikan oleh jutaan orang. Apakah itu tidak membingungkan?

Bagaimana jika banyak sekali yang harus kita kerjakan dalam satu kali waktu. Kita harus pintar-pintar mengaturnya satu per satu. Jika kita tidak pandai-pandai dalam me-menej-nya, kita sendir yang akan kualahan. Lebih lagi jika kita harus dipaksa dengan deadline, otak kita akan berpikir sangat keras. Misalkan kita sebagai mahasiswa yang sedang menempuh skripsi. Bagaimana kita harus mengatur waktu demi waktu hanya untuk menyelesaikan 5 bab yang terdapat di dalamnya. Apalagi jika skripsi tersebut sudah kita ambil disela-sela mata kuliah yang masih bergulir. Tentu akan sangat merepotkan.

Apa substitusinya???

Kemarin saya menbaca koran Jawa Pos (6/01). Di sana terdapat berita yang menginformasikan tentang harga cabe yang mencapai angka Rp 100.000. Juga di berbagai tempat yang mencapai kisaran harga 70-80. Salah seorang pedagang diwawancarai, dia mengatakan bahwa harga cabe berubah, kalau naik tidak mungkin sampai semahal ini. Langsung kemarin saya langsung sms teman saya yang ada di Madiun yang kebetulan penjual cabe,” berapa harga di sana?” Dia menjawab dengan singkat, “70, nyapo?” dengan bahasa sms yang sederhana. Lantas saya menanyakan kepadanya, apakah memang stok yang tidak ada atau ada yang memainkan harga? Singkat juga jawabnya, “barangnya gag ada, marai gunung mbledos”. Lantas saya mengikuti berita yang ada di televisi, ada tag line di stasiun swata yang menginformasikan bahwa pemerintah menggalakkan tanam cabe.