Oleh: Fuad Fathoni
Setelah sekian lama, banyak dari kita yang belum mengetahui apa potensi yang ada pada diri kita masing-masing. Banyak dari kita yang hanya melakukan kegiatan let it flow (mengikuti arus). Padahal seperti kita ketahui, bahwa air adalah benda cair yang mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang rendah. Apakah kita ingin mempunyai kemampuan yang terus menurun dari waktu ke waktu. Bukankah kita menginginkan adanya peningkatan di setiap langkah kita. Oleh karena kita harus cepat mengetahui potensi apa yang harus kita kembangkan. Apa potensi yang nantinya akan menunjang kita untuk menempuh masa depan.
Seperti yang dialami sendiri oleh penulis. Dia masih belum menemukan potensi yang ada dalam dirinya. Tetapi dia selalu berusaha. Dia ingin menjadi penulis. Dia ingin jadi politikus. Dia ingin menjadi wirausahawan yang mandiri. Dia ingin menjadi dosen. Dia ingin menjadi pengusaha. Dia ingin bisa keluar negeri semaunya. Lantas apa???
Hal-hal yang pernah dia lakukan merupakan bukti keseriusannya. Dia selalu berusaha setiap kali bangun pagi menghidupkan komputer dan menulis. Terinspirasi dari Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim yang setiap subuh beliau pasti menulis. Entah apa yang beliau tulis, tetapi selalu enak untuk dibaca. Ada saja inspirasinya setiap pagi. Banyak pengalaman yang beliau tulis selain isu-isu terhangat. Penulis ingin menirunya. Tetapi penulis belum mempunyai banyak pengalaman menarik yang layak untuk diceritakan. Ada pelajaran yang menarik dari Pak Mario Teguh ketika memberikan resep bagaimana agar kita bisa sukses seperti orang yang kita impikan. Formulanya adalah 3N (Niru, Niteni dan Nambahi). Niru (menirukan) adalah proses dimana kita menirukan seseorang seperti yang kita cita-citakan. Apa yang menjadi kebiasaannya, apa yang biasa dilakukannya, dan apa yang menjadi inspirasinya. Niteni (memperhatikan) adalah langkah kedua setelah kita melakukan atau meniru apa yang menjadi kebiasaan. Kita perhatikan langkah-langkah yang selalu mereka jalani. Nambahi (menambahkan) inilah yang menjadi nilai tambah (value added) dalam kita mengidolakan seseorang. Menambahkan apa yang belum dia lakukan selama itu masih dalam koridor mewujudkan mimpi kita.
Penulis belum bisa membedakan antara bakat dan potensi. Dia hanya ingin bisa menulis dengan belajar dari hal yang paling kecil. Hanya kecil saja yang dia lakukan, ialah membuat blog gratis yang bisa diakses oleh setiap orang (fufafe.blogspot.com). Kadang terkesan lucu jika membaca lagi tulisan-tulisan dulu. Terkadang ada kisah yang menarik yang secara langsung di upload. Ada juga perasaan-perasaan penulis. Semuanya hanya ingin mengekspresikan apa-apa yang selama ini ada dalam benak penulis. Banyak orang yang sangat pandai berbicara dan berkoar-koar, tetapi mereka akan terhenti jika dihadapkan dengan layar LCD dengan kerboard qwerty (baca: laptop).
Apakah ini bakat penulis, potensi penulis, hobi penulis, keinginan penulis, nafsu penulis? Semua orang berhak komentar dengan apa yang pernah dilakukan oleh seseorang yang lain. Tetapi jangan berkomentar jika ada seseorang diantara kamu akan menjadi sukses atas komentarmu.
Penulis = Saya = Fuad
Kertosariro 11, Malang
05:27 AM
24 10 10
Tidak ada komentar:
Posting Komentar