Minggu, 12 Desember 2010

Manajemen keuangan, perlukah???


Ketika kita membahas masalah keuangan, tentunya kita akan menemui banyak kendala. Mulai dari berapa pengeluaran yang harus kita anggarkan, berapa untuk ditabung, berapa untuk membayar utang, berapa untuk konsumsi dan berapa juga untuk sedekah. Kita kenal Safir Senduk yang ahli dalam keuangan rumah tangga juga kita kenal Iman Supriyono yang ahli dalam Financial Quotion. Mereka semua ahli dalam bidang keuangan. Ketika saya mendapatkan materi dalam kuliah Manajemen Diri dengan bab Manajemen Keuangan Diri, banyak pertanyaan yang muncul dari sahabat-sahabat saya yang ada di kelas. Pemateri menjelaskan bahwa kita harus mengatur keuangan sesuai dengan porsinya. Pemateri membacakan sebuah teori yang menyebutkan bahwa, untuk mengatur keuangan kita harus memahami beberapa porsinya. Diantaranya, 10% dari uang pendapatan kita gunakanmenabung, 20% untuk fungsi hedonis, 30% untuk membayar utang dan 40% untuk konsumsi. Begitulah kiranya, dengan berbagai argument pemateri mencoba untuk membuat contoh.

Ketika sesi Tanya jawab dibuka, ternyata banyak audiens yang ingin mengutarakan pendapatnya mengenai pemikiran tentang manajemen keuangan. Pertanyaan pertama menanyakan tentang teori yang disebutkan di atas, ternyata belum mencantumkan alokasi dana untuk sedekah. Apakah sedekah itu perlu?
Penanya kedua juga ingin berbagi pikiran mengenai manajemen keuangan. Dengan mengambil dari salah satu pernyataan dari Mario Teguh, penanya mengatakan bahwa apakah masih perlu untuk kita mengatur dan me-manage keuangan kita. Orang yang terlalu pandai untuk me-manage keuangan mereka akan lupa dengan penambahan penghasilan. Jika kita mempunyai pengahasilan yang cukup tinggi, akan lebih mudah untuk kita menjalani hidup. Jangan berpikir untuk bagaimana untuk mengatur uang yang sedikit tetapi berpikirlah bagaimana untuk mendapatkan penghasilan yang besar. Pernyataan itu ditutup dengan, “Jadi berbahagialah jika mempunyai istri yang konsumtif.” Bagaaimana menurut Anda?
Jalannya diskusi pun akhirnya menjadi ramai. Para sahabat mengutarakan pendapat serta argumennya sesuai dengan pengalaman dan pengetahuan yang pernah mereka peroleh dari membaca atau menjalani sendiri. Dosen kita pun tampak ceria kita kelas menjadi hidup dengan bahasan yang sangat menarik. Banyak opplause dari para audiences maupun dari dosen sendiri.
Presentasi ini pun ditutup dengan kesimpulan yang cukup apik oleh pemateri. Pemateri menyimpulkan bahwa jika untuk sahabat-sahabat perempuan, harus pandai-pandainya mengatur keuangan utamanya dalam rumah tangga nanti. Jika untuk sahabat-sahabat laki-laki harus cerdas dalam mendapatkan penghasilan yang setinggi-tingginya.


Kertosariro 11.
04:48 AM
01 Des ‘10

Tidak ada komentar: